Single Mailbox to Receive Government Mail

Someday, one of you may have to temporary leave Singapore and living abroad.  You are leaving behind all administratives correspondent with government agencies such as CPF, HDB, IRAS etc.  They may send you notification letter, information to mailbox in your precint. And yes, on their records you have received the mail but actually you never read those mails because you’re not at home.

OneInbox (https://www.oneinbox.gov.sg) could be the solution for you. It is free platform to receive government mail and keep it for 18 months before deletion. Just imagine that you will dispose hardcopy mail after sometimes. If you want to keep the correspondent for lifetime, you can forward it to  any email address at your choice.

To start using OneInbox, login to https://www.oneinbox.gov.sg using SINGPASS; agree to term and conndition, complete/update personal information and subscribe to the available agencies.

WNI-SPR tak perlu resah dengan KTKLN

Indonesian

Dalam satu bulan terakhir ini, KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri) menjadi topik yang hangat diantara rekan-rekan yang tinggal di Singapore. Ada beberapa pengalaman tidak mengenakkan tentang KTKLN ini seperti

Saya dan istri pagi ini berencana berangkat ke singapore dari bali bandara ngurah rai, kita ditahan di counter imigrasi karena ga punya KTKLN dan akhirnya tidak diperbolehkan untuk berangkat. (Indosing – 22 Mei 2011)

Sampai-sampai pada tanggal 25-26 Juni 2011 lalu, KBRI Singapura pun perlu mengundang narasumber dari BNP2TKI untuk membahas masalah ini. Dan hasilnya? Nihil, karena KTKLN tetap meresahkan TKI di Singapura (Ketidakjelasan Tujuan KTKLN Meresahkan TKI di Singapura, Pedoman News – 28 Juni 2011)

Tulisan ini saya buat untuk melihat KTKLN dilihat dari sudut pandang penduduk tetap Singapore (Singapore Permanent Resident), sehingga dapat mengurangi keresahan rekan-rekan.

Apakah itu KTKLN

Definisi KTKLN merujuk pada UU Tenaga kerja, UU No. 39 Tahun 2004 (selengkapnya dapat dilihat disini), Bab 1 Pasal 1 uraian no. 11.

Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri yang selanjutnya disebut dengan KTKLN adalah kartu identitas bagi TKI yang memenuhi persyaratan dan prosedur untuk bekerja di luar negeri.

Apakah TKI Mandiri

Hampir seluruh pasal didalam UU No. 39 Tahun 2004 mengatur tentang penempatan TKI di luar wilayah Indonesia, oleh perusahaan yang memiliki ijin di Indonesia; kecuali dalam Bab 14 Pasal 105 dan Pasal 106. Bab 14 memuat ketentuan lain-lain tentang TKI yang bekerja di luar negeri secara perseorangan. Kedua pasal ini kemudian dijadikan rujukan oleh Kepala BNP2TKI untuk mengeluarkan petunjuk teknis untuk TKI Mandiri melalui peraturan kepala BNP2TKI (PER.04/KA/V/2011).

Walaupun tidak dijelaskan secara eksplisit, namun TKI Mandiri dapat dikatakan sebagai,

TKI yang bekerja di luar negeri secara perseorangan

Apakah Singapore Permanent Residence

Definisi Singapore Permanent Residence (SPR) tentunya ada didalam Imigration Act-nya Singapore. Tetapi permanent resident itu sendiri menurut Wikipedia

Permanent residency refers to a person’s visa status: the person is allowed to reside indefinitely within a country of which he or she is not a citizen. A person with such status is known as a permanent resident.

. Jadi secara harfiah, SPR merujuk pada ijin tinggal/menetap secara permanen di Singapore yang diberikan kepada bukan warganegara Singapore.

 

Sejauh mana UU TK dan aturan BNP2TKI itu dapat mengikat WNI-SPR?

Pada prinsipnya UU TK tersebut berlaku dan mengikat WNI dan perusahaan yang tercatat di Indonesia yang melakukan kontrak lokal. Jangkauan UU TK tersebut dapat diperluas ke negara lain dengan perjanjian dan ratifikasi.

Oleh karena itu, jika UU TK ditambah peraturan Ka BNP2TKI tersebut adalah produk hukum yang tidak mengandung cacat hukum ; maka kategori TKI dibawah ini akan terkena dampaknya;

1. TKI yang mendaftarkan diri ke Departement Tenaga Kerja Kota/Kabupaten dan kemudian berangkat dan bekerja di LN secara mandiri
2. TKI yang diberangkatkan oleh perusahaan yang tercatat di Indonesia untuk ditempatkan di LN

, tetapi WNI-SPR tidak dapat dijadikan dasar pengenaan aturan tersebut.

WNI-SPR

WNI-SPR merupakan bukti residensial/tinggal menetap atau ijin tinggal di Singapore. Status WNI-SPR tidak semerta-merta adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Agar bisa disebut sebagai TKI diperlukan beberapa syarat:

1. Warganegara Indonesia
2. Memenuhi syarat untuk bekerja di luar negeri dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah

Sehingga bisa saja WNI-SPR adalah pemberi upah dan tidak memenuhi syarat no. 2. Bisa pula WNI-SPR bekerja paruh waktu tanpa didukung oleh kontrak kerja, dan sebagainya.

Jadi kepemilikan status SPR tidak bisa secara langsung dijadikan alasan untuk meminta WNI-SPR membuat KTKLN. Petugas imigrasi pun tidak boleh mencekal WNI-SPR atas dasar ketiadaan KTKLN, karena bertentangan dengan UU Imigrasi.

Ada beberapa pembuktian yang harus dilakukan oleh petugas agar dapat mengenakan aturan tersebut kepada WNI-SPR yaitu:

1. Bukti bahwa WNI-SPR tersebut memiliki perjanjian kerja yang masih berlaku (kontrak kerja)
2. Bukti bahwa WNI-SPR tersebut terdaftar di Departement Tenaga Kerja Kota/Kabupaten
3. Bukti bahwa WNI-SPR tersebut memiliki visa kerja

Ketiga-tiganya harus dibuktikan secara bersama-sama, jika tidak maka KTKLN tidak wajib.

Meskipun didalam passport tertera kolom pekerjaan, informasi tersebut hanya dapat digunakan untuk menyatakan bahwa WNI-SPR pernah bekerja sebagai pekerjaan yang dimaksud.

So – WNI-SPR tak perlu resah dengan KTKLN.

Important Links to Deal with ICA

English

You may have visited ICA website (http://www.ica.gov.sg) to submit e-Appointment for Permanent Residence (PR), Student Pass, or Long Term Visit Pass (LTSVP). But do you know that nowadays you can check the application status online through iEnquiry? So what are importance eServices from ICA?

1. e-Appointment , make appointment for almost all services with ICA.

2. iEnquiry , check status of application (including Permanent Residence, Long Term Social Visit Pass etc.)

3. Electronic Re-Entry Permit (e-REP) , renew or transfer REP. For example, if you change your passport, you can visit this link to transfer old REP to the new passport.

4. Identity Card Checking Facility (iCheck) , if you want to make a deal with unknown landlord or having new tenant; you can visit this link to check validity of their identity (NRIC or FIN)

5. Online Pre-Notification of Change of Address (OPAD) , you have 30 days to report change of address. Don’t wait too long, visit this link to send notification mail to the new address.

For other services, you can check directly in List of eServices and Form in ICA website.

Under Employment Pass for 12 years

English

He was so calm, when he told me that he is under Employment Pass for 12 years. Looking at his position and company at the moment, it nearly impossible that he can not get Permanent Resident status in Singapore. He will be simply get approval – however he chooses not to be a PR. His reason is simple, he doesn’t want his family to feel settle down in Singapore and start to feel Singapore just like their home.

I argue, that he spent lot-of money to rent a house in 12 years; compared if he is PR owning an HDB unit. For him, his plan is clear – he wants to bring his family back to home country. He is the only son in his family who must take care for the rest of his sister. His father owns large rice field in the country – and he must be there to continue his family name.

I couldn’t believe that he can simply buy a house and sell it later ; but he chooses to stay as foreigner. I guess he might miss-calculate his strategy. May be in the beginning he didn’t want to stay longer (let say < 5 years)- but by the time he stayed in Singapore – he’s never ready to return back to home country. And time goes by, until more than 10 years. Now, it is too late to make different decision – his time is almost over; in the next 1-3 years he has to return to home country. His big family is waiting.

Although, I can not agree with him – but I believe that this story could give more spirit to anyone who are waiting for PR status. You don’t need to be PR to be able to survive in Singapore – you just need your talent!

PR vs Work Pass

Topik PR vs Work Pass (W/S/Q/E)Pass beberapa kali menjadi pembicaraan yang berulang di milist. Saya berusaha merangkum apa aja yang menjadi keunggulan / kerugian PR atau Work Pass. Setiap keunggulan akan diberi bobot antara 0 – 2. Nilai 2 diberikan untuk keunggulan menjadi pertimbangan penting untuk banyak orang.

1.  Kewajiban membayar CPF
      PR wajib membayar CPF yang besarnya 14.5% untuk yang berpendapatan kurang dari SGD 1500 dan 33% untuk yang berpendapatan mulai dari SGD 1500. Nilai 33% itu  dihitung dari maximum SGD 4500 – bukan dari seluruh pendapatan yang diperoleh.
       Work Pass tidak memiliki kewajiban membayar CPF meskipun bisa dilakukan secara sukarela. 
      Jadi untuk dalam kasus ini 0 untuk PR dan 1 untuk non PR.

2.  Penghasilan tidak kena pajak
      Dari 33% nilai penghasilan yang dibayarkan untuk CPF, 20% adalah kontribusi sendiri sedangkan 13% adalah kontribusi perusahaan. Dengan kata lain, PR mendapatkan kenaikan pendapatan secara tidak langsung dari peraturan ini – meskipun pendapatan tersebut tidak bisa langsung digunakan karena masuk kedalam saldo CPF. 
      Jika kontribusi perusahaan sebesar 13% yang diperoleh PR juga diperoleh oleh pemegang Work Pass, maka penghasilan ini akan masuk kedalam perhitungan pajak.
      Jadi dalam hal ini  1 untuk PR dan 0 untuk Work Pass.

3.  Tarif pelayanan publik
      Tarif pelayanan publik di Singapore biasanya dibagi menjadi 3 kategori SC , PR dan Foreigner. Pelayana publik ini meliputi pelayanan kesehatan, pendidikan dan fasilitas-fasilitas yang berhubungan dengan pemerintahan. SC mendapat subsidi paling besar diikuti dengan PR. Sedangkan Foreigner tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. WorkPass termasuk kedalam kategori foreigner yang tidak mendapatkan subsidi.
      1 untuk PR dan 0 untuk Work Pass.

4.  Lapangan pekerjaan
      Meskipun ketersediaan lapangan pekerjaan akan sangat bergantung kepada keahlian seseorang, namun tidak dapat dipungkiri bahwa kadangkala pencari kerja terbentur dengan masalah peraturan. Jika negosiasi yang diminta satu pekerja dengan pekerja yang lain setara (keahlian dan gaji setara), namun statusnya berbeda; maka PR dan SC akan memiliki prioritas yang lebih tinggi – jika dibandingkan dengan WorkPass.
     Jadi 1 untuk PR dan 0 untuk WorkPass.
     
4. Ijin tinggal
    Seorang PR mendapatkan ijin tinggal selama minimum 5 tahun dan dapat diperbaharui jika yang bersangkutan memiliki pekerjaan di Singapore. Seorang WorkPass mendapatkan ijin tinggal selama masa kerjanya / masa kontraknya – dan harus diperbaharui jika masa kerja / masa kontrak berakhir. PR dapat berpindah pekerjaan tanpa harus takut kehilangan ijin tinggalnya – sedangkan WorkPass yang berpindah pekerjaan bisa saja kehilangan ijin tinggalnya karena tidak mendapatkan ijin bekerja yang baru dari MOM.
    Jadi 1 untuk PR dan 0 untuk WorkPass.

5. Generasi kedua yang mendapatkan PR harus menjalankan NS
     Andaikan WorkPass berhasil tinggal dan bekerja selama bertahun-tahun di Singapore dan memiliki anak (generasi ke-2) yang kemudian dewasa dan si anak mendapatkan PR; maka si anak tidak akan dianggap sebagai PR generasi ke-2 dan tidak memiliki kewajiban NS. Sebaliknya seorang PR yang bekerja salama beberapa tahun di Singapore kemudian kembali kenegara asalnya. Si PR memiliki anak (generasi ke-2) yang kemudian mendapatkan PR juga; maka si anak akan dianggap sebagai PR generasi ke-2 dan memiliki kewajiban NS.
     Jadi 0 untuk PR dan 2 untuk WorkPass.

6. Membeli property 
     Saya tidak membicarakan para konglomerat yang bisa membeli properti tanpa status PR , tetapi ini adalah properti yang digunakan untuk tempat tinggal. Coba Anda hitung-hitung lagi berapa jumlah uang sewa kamar / unit yang telah Anda bayarkan selama ini – yang akan hilang seiring dengan waktu. Jika Anda memiliki property sendiri , alih-alih membayar sewa Anda harus membayar cicilan. Di akhir petualangan Anda di Singapore, property itu masih memiliki nilai yang bisa diambil lagi dengan menjualnya. PR dapat membeli HDB sedangkan WorkPass tidak boleh membeli HDB – namun WorkPass dapat membeli Private Appartment.
     Jadi 1 untuk PR dan 0 untuk WorkPass.

Dari total nilai yang tersedia 7 x 2 = 14.  5 point untuk PR dan 3 point untuk WorkPass.

Dari nilai diatas, kita tahu bahwa menjadi PR bukan sesuatu yang sangat menguntungkan – karena toh nilainya masih kurang dari 50% point yang tersedia. Akan tetapi, memegang PR terlihat lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan tetap menjadi foreigner.

Apakah status PR bisa expired?

Didalam banyak kesempatan, saya sering mendengar orang mengatakan bahwa status PR nya sudah kedaluwarsa (expired). Apakah status PR bisa expired?

Menurut pengertian yang saya baca dari website ICA – status PR melekat kepada seseorang tanpa batas waktu. Artinya secara sederhana bisa dikatakan bahwa statu PR tidak bisa kedaluwarsa. Begitu seseorang mendapatkan status PR – maka status tersebut akan melekat sampai si orang tersebut menyatakan mencabut statusnya “surrender” PR.

Jadi apa yang kedaluwarsa?

PR diwajibkan memiliki ijin keluar masuk (re-entry permit). Re-entry permit ini adalah ijin agar bisa memasuki Singapore dan berlaku selama 5 atau 10 tahun. Tanpa re-entry permit ini, seorang PR tidak bisa memasuki Singapore. Tetapi jangan khawatir, sebagai warganegara sesama negara ASEAN – tanpa re-entry permit ini , kita masih bisa memasuki Singapore selama 30 hari. Biasanya, re-entry permit inilah yang diributkan oleh orang-orang dan dianggap seolah-olah PR-nya kedaluwarsa.

Untuk memperpanjang re-entry permit, seorang PR harus memiliki pekerjaan yang tetap di Singapore dan tinggal di Singapore selama minimal 3 tahun untuk setiap jangka waktu 5 tahun.  Perpanjangan re-entry permit ini bisa dilakukan secara online atau melalui kios-kios SAM yang ada di seantero Singapore.

Jadi apakah satus PR bisa expired? Tidak.

Membeli HDB : Part 4

  • Tulisan ini akan mengulas bagaimana cara membeli HDB berdasarkan pengalaman kami. Sebenarnya, rekan-rekan bisa membaca peraturan yang lengkap di http://www.hdb.gov.sg ; tetapi seperti pepatah bilang – pengalaman adalah guru yang terbaik. Maka sebab itulah, kami akan menuliskan pengalaman kami disini; sebagai referensi untuk rekan-rekan yang ingin membeli HDB / properti di Singapore.

Bagian keempat akan mengulas tentang apa saja yang harus Anda peroleh dari Agen pembeli.

Pada saat melakukan transaksi baik jual beli maupun sewa , biasanya kita memerlukan Agen sebagai perantara sekaligus pemberi saran. Atas pekerjaannya itulah si Agen biasanya mendapatkan komisi 1% dari nilai transaksi unit atau 0.5 x nilai sewa bulanan / 1 tahun kontrak.  Sebagai konsumen, kita tentu harus jeli untuk mengetahui apa saja yang harus kita peroleh dari Agen.

1. Financial Planning
Mintalah perincian rencana finansial yang disesuaikan dengan budget Anda. Rencana finansial tersebut berisi perkiraan harga , COV,  stamp fee, biaya administrasi serta rencana pembayaran. Minta 1 atau lebih rencana finansial sehingga Anda bisa menimbang-nimbang rancana yang paling sesuai dengan budget Anda.

2. Pengajuan Loan
Pengajuan pinjaman bisa Anda lakukan sendiri atau diwakilkan kepada Agen Anda. Anda dapat melakukan survey secara langsung ke beberapa Bank kemudian meminta Agen untuk mengurus teknis dan administrasinya ; atau Anda dapat menyerahkan sepenuhnya kepada Agen Anda.  Biasanya sebelum mulai mencari unit, Agen akan mencari IPA (In Principal Approval) untuk pinjaman Anda. IPA ini berguna untuk menentukan kapasitas pinjaman maksimum yang dapat diberikan oleh Bank berdasarkan besarnya penghasilan Anda.

3. Pencarian Unit
Pada saat pertama kali mencari unit, Anda mungkin bingung untuk menentukan preferensi misal lokasi, bentuk, furnish, dsb. Hal yang paling mudah ditentukan pertama kali adalah lokasi dan tipe unit. Misalnya , lokasi di area sekitar X , dengan tipe 2 room , 3 room atau 5 room. Setelah melakukan 1-5 kali viewing , Anda harus mulai lebih fokus kepada preferensi yang lain , misalnya floor plan – bentuk – serta maks COV. Tugas Agen adalah memastikan bahwa Anda melakukan viewing hanya kepada unit-unit yang merupakan preferensi Anda. Jangan membuang-buang waktu dengan melakukan viewing unit-unit yang bukan preferensi Anda ; adalah tugas Agen untuk mengatur jadwal viewing serta mencari unit yang sesuai.

4.  Memberi Pandangan atas Unit
Masyarakat Singapore dipengaruhi oleh budaya China – dimana hong-shui / feng-shui memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, Anda tidak boleh mengabaikan faktor budaya dan kebiasaan masyarakat ketika memilih unit. Hal ini penting karena Anda akan dihadapkan kepada faktor tersebut ketika akan menjual unit di kemudian hari. Jangan sampai dikemudian hari, unit kita memiliki nilai lebih rendah karena masyarakat menilai faktor feng-shui yang kurang baik atas unit tersebut.

Tak Kan Kugadaikan Indonesia-ku

Tidak berapa lama setelah pemerintah Singapore mengeluarkan kebijakan bank loan maksimum 80% untuk resale HDB flat, baru-baru ini muncul lagi kebijakan lanjutan yang membatasi jumlah PR non Malay disuatu blok. Kebijakan tersebut dapat dilihat di web HDB berjudul “Policy Changes To Support An Inclusive And Cohesive Home” .  Intinya adalah PR + SC wajib membayar 10K lebih ketimbang SC + SC . Selisih 10K itu akan dikembalikan jika dikemudian hari si PR berubah status menjadi SC atau anak mereka menjadi SC.

Lantas apakah mereka yang PR dan bersuami/istri-kan SC berniat menjadi SC? Jawabannya tidak saudara-saudara.
Beberapa waktu setelah pengumuman kebijakan itu dilakukan, MediaCorp mewawancarai PR Indonesia yang bersuamikan SC; Vina Mubtadi. Menurutnya, IC (Indonesia Citizen) jauh lebih berharga ketimbang 10K. Dengan mempertahankan IC – maka dia bisa membeli properti di Indonesia sekaligus memiliki properti di Singapore.  Jika dia menyerahkan IC, maka kesempatan itu akan hilang dan sebagai gantinya dia hanya memperoleh uang 10 K – atau kalau ditukarkan ke rupiah sekitar 65 jt rupiah.

Kalau kita nalar lagi, harga properti di Singapore jauh lebih tinggi dari harga properti di Indonesia. Jadi dengan modal yang sama – seorang IC bisa mendapatkan properti melebihi apa yang bisa diperolehnya di Singapore. Belum lagi jika si IC sudah memasuki masa tua – hidup di Indonesia tentu relatif lebih damai ketimbang di Singapore.

Jadi – tak kan kugadaikan Indonesia-ku , demi 10 K. Mestinya pemerintah Singapore bisa menambah gimnick agar PR mau berubah status menjadi SC. Kira-kira berapa ya? 100 K ?

Berapa sih biaya sekolah dasar publik di Singapore?

Belajar dari pengalaman di Indonesia dan Singapore, biaya untuk bersekolah di sekolah dasar publik di Singapore relatif lebih murah jika dibandingan dengan sekolah dengan fasilitas yang sama di Indonesia.

1. Biaya Pendaftaran
Untuk mendaftar di sekolah dasar milik pemerintah, tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis.

2. Biaya Regular 
Biaya sekolah didebet secara berkala oleh MOE (http://www.moe.gov.sg) melalui fasilitas GIRO setiap tanggal 28. Pendebetan pertama dimulai kira-kira 2 bulan setelah tahun ajaran dimulai. Jadi siapkan dana di rekening Anda sekitar bulan Februari atau Maret. Jumlah pendebetan terdiri dari 3 komponen :
a. Biaya sekolah        :  0 SGD untuk SC , 4 SGD untuk PR , sekitar 120 SGD untuk Foreigner*
b. Biaya lain-lain-1  : 5.50 SGD (maximum)
c. Biaya lain-lain-2  : 5.50 SGD (maximum)

Jadi untuk biaya sekolah dasar yang dibutuhan oleh SC berkisar antara 0 SGD – 11 SGD , PR berkisar antara 4 SGD – 15 SGD dan Foreigner berkisar antara 120 SGD – 131 SGD.

*Pada 2 tahun pertama, Foreigner hanya cukup membayar biaya yang sama dengan PR (4 SGD). Mulai awal tahun ke-3, Foreigner wajib membayar penuh ditambah dengan sumbangan pendidikan sekitar 1000 SGD / tahun.

3. Biaya Aktivitas Extra (Enrichment)
Biaya aktivitas ekstra ini bervariasi antara satu sekolah dengan sekolah yang lain dan biasanya dibayarkan per tahun atau per semester. Besarnya kira-kira 60SGD – 100 SGD per tahun.

4. Biaya buku dan seragam sekolah
Tentu saja biaya ini harus dikeluarkan pada saat awal sekolah – masa anak kita masuk sekolah tanpa seragam dan buku? Nah biayanya sekitar 150SGD – 200 SGD.

5. Biaya school bus
Jika Anda tidak ingin repot mengantar-jemput anak-anak, maka biaya school bus ini harus dimasukkan kedalam perhitungan. Besarnya bervariasi antara 20 SGD – 60 SGD tergantung jarak antara sekolah dengan rumah, serta apakah  1 way atau 2 way. School bus ini menurut saya adalah komponen terbesar. Asal tahu saja, bahwa Anda harus membayar school bus secara penuh meskipun sedang libur sekolah (Juni dan Desember adalah saatnya anak-anak libur masing-masing 1 bulan penuh).

Akhirnya jangan lupa bahwa  SC / PR / Foreigner adalah status si anak dan bukan status orang tua.

Informasi yang lain, silahkan dibaca disini:
http://www.libinuko.com/2009/01/19/primary-school-registration-in-singapore

Membeli HDB : Part 2

  • Tulisan ini akan mengulas bagaimana cara membeli HDB berdasarkan pengalaman kami.  Sebenarnya, rekan-rekan bisa membaca peraturan yang lengkap di http://www.hdb.gov.sg ; tetapi seperti pepatah bilang – pengalaman adalah guru yang terbaik. Maka sebab itulah,  kami akan menuliskan pengalaman kami disini; sebagai referensi untuk rekan-rekan yang ingin membeli HDB / properti di Singapore.

Bagian kedua akan mengulas, berapa dana cash yang dibutuhkan untuk membeli HDB.

1. Downpayment >= 10% dari nilai Valuation
Downpayment adalah uang muka pembelian HDB yang dihitung dari nilai valuasi unit. Besarnya downpayment berkisar antar 10% – 100% , tentu saja 100% hanya berlaku bagi Anda yang berniat membeli unit tersebut secara tunai. Downpayment ini harus dilunasi pada saat penyelesaian transaksi. Penyelesaian transaksi HDB membutuhkan waktu kurang lebih 3-4 bulan , yang disesuaikan dengan jadwal HDB , Anda dan Penjual. Pelunasan downpayment ini dapat menggunakan uang cash dari simpanan Anda sepenuhnya atau maksimum 50% daripadanya, diambil dari simpanan CPF.  Sebagai contoh, jika nilai unit adalah 400K  dan downpayment 10%  – maka uang downpayment sebesar 40K bisa sepenuhnya berasal dari simpanan Anda, atau maksimal 20K berasal dari simpanan CPF dan sisanya 20K dari simpanan.

2. Cash Over Valuation (COV)
COV adalah nilai cash yang diminta oleh Penjual diluar nilai Valuation . Besarnya COV bervariasi antara satu transaksi dengan transaksi yang lain – dan berbeda dari waktu ke waktu. Dalam hal penentuan COV, hanya kenyamanan Anda lah yang menentukan berapa COV yang Anda berikan . Sebagai contoh, mungkin Anda sangat tertarik dengan sebuah unit – sehingga mau memberikan nilai COV yang tinggi. Atau mungkin Anda kurang begitu sreg dengan unit yang dimaksud – sehingga Anda tidak mau melampaui COV patokan Anda. COV bisa juga Anda gunakan sebagai exit word , ketika Anda sudah berniat untuk membeli unit – namun muncul keperluan mendadak atas dana yang sudah Anda persiapkan.
Singkat kata,  COV ini bisa dibayangkan seperti proses penentuan harga melalui lelang. Jadi hanya Anda – Penjual dan Tuhan yang tahu.

3. Biaya Agen (Pembeli)
Jika Anda menggunakan Agen properti untuk melakukan pembelian, maka Anda harus menyiapkan 1% dari nilai beli unit sebagai komisi kepada Agen. Karena Anda membayar komisi kepada Agen pembeli, maka pastikan bahwa Anda mendapatkan manfaat yang utuh dari Agen Anda. Ulasan tentang apa yang harus Anda dapatkan dari Agen pembeli akan dibahas lebih lanjut di Membeli HDB : Part 4.  Karena biaya Agen ini tidak termasuk dalam bagian utama transaksi, biaya ini dapat Anda cicil sesuai dengan kesepakatan kepada si Agen. Kadangkala, Anda juga bisa mendapatkan keringanan / diskon.

4. Biaya Valuasi
Pada saat si Penjual melakukan valuasi – dia akan mengundang konsultan yang ditunjuk oleh HDB untuk melakukan valuasi. Biaya valuasi pada saat ini berkisar mulai dari 100 SGD yang ditalangi sementara oleh Penjual dan akan ditagihkan kepada Pembeli. Biaya ini harus Anda bayarkan pada saat Anda memutuskan untuk membeli unit tersebut dan mendapatkan Option To Purchase (OTP). Biaya valuasi ini tidak mengurangi downpayment yang harus Anda bayarkan nantinya.

5. Biaya Pendaftaran ke HDB
Proses transaksi unit HDB harus diketahui dan disetujui oleh HDB. Untuk itu, setiap proses transaksi harus didaftarkan ke HDB – kemudian melalui proses yang cukup panjang – HDB akan melakukan proses check-list atas apa yang ada di dalam unit. Proses checklist ini untuk menentukan apakah ada kerusakan yang ada didalam unit yang harus diperbaiki oleh Penjual , HDB atau menjadi tanggungan Anda sebagai pembeli. Biaya pendaftaran ke HDB pada saat ini adalah 80 SGD. Biaya ini juga harus Anda bayarkan pada saat mendapatkan Option to Purchase (OTP).

6. Biaya Notaris Bank
Biaya notaris bank hanya berlaku jika Anda mengambil pinjaman dari Bank / HDB. Notaris inilah yang akan melakukan legalisasi ikatan pinjaman antara Anda dan pemberi pinjaman (Bank / HDB). Biayanya sekitar SGD 2000 , dan tergantung dari besar kecilnya nilai pinjaman Anda di Bank. Seringkali bank memberikan subsidi atas biaya notaris , jadi jangan segan-segan untuk menanyakan hal ini kepada bank.

7. Biaya Legalisasi HDB
Biaya legalisasi HDB (stamping fee) adalah pajak yang harus Anda bayarkan atas perolehan kepemilikan unit. HDB memiliki rumus untuk menentukan biaya legalisasi ini, tetapi sebagai patokan kasar ; besarnya sekitar 2% – 3% dari nilai jual unit. Biaya ini harus Anda bayarkan pada saat penyelesaian transaksi, sekitar 3-4 bulan setelah pendaftaran ke HDB.

8. Biaya Renovasi
Seringkali Anda kurang suka dengan penempatan interior yang ada didalam unit. Untuk itu Anda harus melakukan renovasi sendiri, dan biaya ini harus Anda masukkan kedalam kalkulasi ketika hendak membeli sebuah unit. Biaya renovasi bervariasi tergantung dengan model interior impian Anda, jadi hanya Anda dan Tuhan yang tahu berapa besarnya biaya ini.

9. Biaya Transisi
Anda tentu sudah menyewa unit pada saat melakukan pembelian unit HDB – dan Anda pun mungkin sudah membeli barang-barang auntuk keperluan sehari-hari di unit yang Anda tempati pada saat ini. Untuk memindahkan barang-barang yang cukup besar dari unit sewa ke unit milik Anda, dibutuhkan jasa mover. Kecuali, kalau Anda berniat mengangkut barang-barang itu sendiri. Tetapi menurut hemat saya – sebaiknya Anda menggunakan jasa mover. Hal ini lebih baik mengingat ada kemungkinan Anda menjadi sakit boyok , ketika harus memindahkan barang-barang yang cukup berat.
Biaya transisi lain yang harus Anda perhatikan adalah biaya hidup selama unit baru Anda belum dapat ditempati – misalnya karena sedang dilakukan renovasi.

…. next jadwal pembayaran  (payment schedule)