Ternyata Tak Semurah Yang Kubayangkan

Bulan-bulan Maret / April , adalah bulan perpajakan. Pada saat ini para wajib pajak harus melaporkan penghasilannya ke kantor pajak setempat dan menunggu keputusan berapa jumlah hutang pajak yang harus dibayarkan.

Pada awal mula saya pergi ke Singapore, seringkali saya mendengar cerita bahwa pajak di Singapore cukup rendah. Cukup rendah bukan berarti murah, karena begitu penghasilan Anda mencapai level tertentu – maka pajaknya akan meningkat dengan drastis. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat tabel pajak yang diperoleh dari IRAS.

Chargeable IncomeRate (%)Gross Tax Payable ($)
First $20,000
Next $10,000
0
3.50
0
350
First $30,000
Next $10,000

5.50
350
550
First $40,000
Next $40,000

8.50
900
3 400
First $80,000
Next $80,000

14
4 300
11 200
First $160,000
Next $160,000

17
15 500
27 200
First $320,000
Above $320,000

20
42 700

Perhatikan untuk band pajak yang berwarna merah.  Dimulai dari penghasilan per tahun diatas  40.000 SGD dimana tarif pajaknya adalah 8.5%

                  0   –   40.000         => 900  (2.25%)
                 next  40.000         => 8.5%

Jika setahun ada 12 bulan , dan 100% penghasilan tahunan  Anda berasal dari gaji bulanan.  Maka setiap bulan Anda mengumpulkan 100% / 12 = 8.33%. 

Dengan tarif pajak seperti diatas, maka Anda harus membayar pajak sebesar

                      (2.25% + 8.5%) / 2 = 5.375%

maka bisa dikatakan bahwa Anda harus membayar pajak lebih dari setengah gaji bulanan Anda!  Dan tentu Anda bisa melanjutkan untuk menghitung di band berikutnya yang berwarna merah. Bahkan pada band terakhir, diatas 320K – tarif pajaknya lebih besar dari gaji bulanan Anda.  Sungguh terlalu!

March 20, 2010 · cakriwut · 12 Comments
Tags: , ,  · Posted in: Singapore, Society

12 Responses

  1. yovi - March 20, 2010

    Cak, di indo lbh tinggi
    <=50M 5%
    <=250M 15%
    500M 30%
    ptkp <=21M (S+I+3A)
    Tarif pph 2009

  2. cakriwut - March 22, 2010

    Wah lebih ngeri ya hehehe.

  3. Hendry - March 22, 2010

    (2.25% + 8.5%) / 2 ini untuk apa ya, kenapa dibagi 2?

  4. cakriwut - March 22, 2010

    Oiya, itu asalnya dari
    First 40K -> 900 (2.5%)
    Next 40K -> 8.5%

    Artinya, kalau dirata-rata ; 80K (full di band 3) , taxnya sebesar ( 2.5% + 8.5% ) / 2. Ini nilai max di band 3.
    Nah kalau tidak full di band 3 , misal 60 K
    First 40K -> 2.5%
    Next 20K -> 8.5%
    Nilai tax nya dibanding dengan penghasilan adalah 2.5% x 2/3 + 8.5% x 1/3.

  5. yusak - August 29, 2011

    Hello Pak Riwut,

    Pak, saya mau tanya soal tax pajak penghasilan sebagai foreigner di Singapore as S-Pass Holder..

    Kalo saya liat di website ini:
    http://www.iras.gov.sg/irasHome/page04.aspx?id=8914

    bagian bawah page, ada tulisan ini:
    Tax rates for non-resident individuals

    Employment income
    Your employment income is taxed at 15% or resident rate, whichever gives rise to a higher tax amount.

    Apakah saya sebagai S-Pass Holder termasuk pajak 15% ini? Mohon penjelasannya pak..

    Thx..
    Best Regards
    Yusak

  6. cakriwut - August 30, 2011

    Salam,

    Tarif pajak ditentukan apakah termasuk Tax Residence atau Non Tax Residence.

    1. Non Tax Residence
    a. Bekerja di Singapore < = 180 hari b. Tarif pajak flat 15% x Total Penghasilan2. Tax Residence a. Bekerja di Singapore > 180 hari
    b. Tarif pajak sesuai tabel diatas.

    Jadi S-Pass, Q, P tidak menentukan tarif pajak, tetapi berapa lama tinggal dan bekerja di Singapore menjadi penentu tarif pajak.

    Perlu diingat juga bahwa Anda bisa mengajukan klaim kelebihan bayar pajak tahun sebelumnya. Misal pada tahun 2008 Anda bekerja < 180 hari, sehingga pajak tahun 2008 yang dibayar pada tahun 2009 adalah 15% flat. Tetapi, Anda tetap bekerja di Singapore hingga akhir 2009. Pada tahun 2010 (pembayaran pajak 2009) - Anda berhak untuk mendapatkan pengembalian kelebihan pajak. Pengembalian ini biasanya otomatis, namun tidak menutup kemungkinan bahwa Anda harus mengingatkan IRAS.Salam,Riwut.

  7. yusak - August 30, 2011

    Hello Pak Riwut,

    1.Ehm, pengembalian pajaknya berdasarkan apa ya?
    saya kok ga ngerti ya…hehehe..tolong contoh hitungannya ya pak..

    2. kalo salary SGD2500, ngitung pajaknya gini ya pak:
    SGD2500 x 12 bulan = SGD30K.. yg kena pajak 10K dikali 3.5% jadi pajaknya SGD350..
    bener gini ya pak? pajak SGD350 ini perbulan ato pertahun?

    3.Terus sy mau tanya nih pak soal salary..
    rencananya Letter of Offer akan ditulis salary SGD2500 (karena awalnya sy minta SGD2500 free tax)..
    tapi di IPA saya tertulis In-Principal Approval for Employment Pass
    dan Pass Category = Q1

    setelah saya cek di website ini
    http://www.mom.gov.sg/foreign-manpower/passes-visas/employment-pass/before-you-apply/Pages/default.aspx

    ternyata salary’nya Q1 sekarang itu minimal SGD2800 sejak 1 July 2011
    http://www.mom.gov.sg/Documents/newsroom/speeches/2011/Factsheet%20-%20Changes%20to%20Employment%20Pass%20and%20S%20Pass%20Qualifying%20Salaries.pdf
    mohon pendapatnya bpk mengenai hal ini…saran bpk gmn y?

    Thx a lot..
    Please your advice to me..

    Best Regards
    Yusak

  8. cakriwut - September 3, 2011

    Hello,

    1. Pengembalian pajak karena Anda ternyata adalah tax residence. Untuk mendapatkan pengembalian pajak, Anda harus menghubungi Tax Comptroller (via http://www.iras.gov.sg), dan menyatakan diri sebagai tax residence dengan memberikan bukti tinggal (misalnya selama 6 bulan berturut-turut tinggal di Singapore). Merujuk kepada contoh, Anda harus terus-menerus bekerja di Singapore dari tahun 2008 – 2009.

    2. 2500 x 12 = 30 K
    30 K – 20 K (tidak kena pajak) = 10 K
    10 K – 2 K (self deduction ) = 8K x 2% = 160 SGD .
    160 SGD ini pajak yang harus dibayar untuk 1 tahun.

    3. Karena Anda sudah mengantongi IPA, tentu saja tidak perlu khawatir dengan peraturan baru. Selama Anda memiliki kelengkapan dokumen yang cukup, Q1 pass nya pasti bisa keluar. Yang perlu Anda khawatirkan adalah kontrak berikutnya. Catatan lain, sejauh yang saya tahu, perusahaan biasanya tidak menanggung pajak pegawainya. Jadi pastikan bahwa didalam kontrak kerja Anda, tercantum masalah pembayaran pajak.

    Salam,

    Riwut

  9. yusak - September 4, 2011

    Hello Pak Riwut,

    reply:
    1. Ya, makasih banyak penjelasannya Pak Riwut..setelah saya lihat
    http://www.iras.gov.sg/irasHome/page04.aspx?id=6140
    dijelaskan kita bisa dihitung resident dengan melihat “total” hari kita tinggal di Singapore.

    2. Ehm, berarti kalo dibandingkan 160SGD dengan total salary peryear SGD30K ..cukup kecil juga..dengan catatan setelah jadi resident sih..

    3. Ehm, sebenarnya maksud saya gini pak:
    Atasan saya kan sudah menguruskan IPA saya..dia bilang sih saya udah diterima sebagai S-Pass dan nanti Letter of Offer mau ditulis salary SGD2500 (sama sperti yg saya minta awal apply SGD2500 walaupun saya mintanya itu SGD2500 free tax)
    Nah, setelah saya baca2 IPA’nya, ternyata saya kategory Q1 yg menurut MOM salary minimal SGD2800..saat ini, lagi saya komunikasikan ke atasan..
    Pertanyaan saya: menurut bpk, apakah perusahaan bisa memberi salary yg dibawah standar MOM? apakah diperbolehkan?

    Thx a lot for your explanation..
    Best Regards
    Yusak

  10. Fann - March 1, 2013

    Pak saya tadi comment di judul blog yg salah..hehe..tlg pencerahannya apabila PR singapore, haruskah bayar pajak indo? Thx

  11. Fann - March 1, 2013

    Saya post lagi saja :
    Pak apakah kalau bekerja di luar negri (swasta) dan saat ini inin membeli rumah di indonesia untuk investasi dgn KPR. Untuk membeli property dihasruskan memiliki NPWP, nah saat ini sdh mau ngurus NPWP, yang saya tanyakan bila bekerja di singapore apakah ada kewajiban untuk mebayar pajak di indonesia? Ataukah pajak bisa dianggap 0? Kalau mmg hrs membayar pajak Indonesia, gaji di sgpr bila di kurs kan ke idr tentunya akan besar sehingga bila menikuti peraturan pajak penghasilan diatas 200 juta per tahun , maka pajak yg harus dibayarkan juga sangat besar, padahal cari uangnya kan di singapore dan sudah bayar pajak singapore pula karena status PR berkewqjiban membayar pajak penghasilan. Bagaimana?terima kasih atas pencerahannya.

  12. cakriwut - March 2, 2013

    Salam,
    Memang salah satu syarat untuk membeli rumah di Indonesia adalah nomor NPWP – apalagi jika ingin membeli dengan KPR.
    Tetapi, memiliki NPWP bukan berarti harus membayar pajak penghasilan Indonesia. Dalam kasus Anda:
    1. Jika Anda bekerja > 180 hari selama 1 tahun fiskal di Singapore, maka terhadap penghasilan dari Singapore dikenakan tarif pajak residen yang dibayarkan ke otoritas di Singapore – dan terhadap penghasilan dari Indonesia dikenakan tarif pajak non residen yang dibayarkan ke kantor pajak Indonesia.
    2. Tarif pajak residence / non residence ini bergantung dimana Anda menetap dan mendapatkan penghasilan paling lama dalam 1 tahun fiskal (terutama jika Anda bekerja di beberapa negara).

    Jadi intinya bisa saja memiliki NPWP, tapi laporan penghasilannya nihil.

    -Riwut-

Leave a Reply