Employment Pass (EP) vs Permanent Residence (PR), bag-2

Tulisan sebelumnya adalah bagaimana perubahan dari EP ke PR memaksa kami untuk mengurus administrasi Student Pass. Meskipun kami telah membaca aturan yang berlaku, mempersiapkan surat-surat permohonan SP; tetapi prosesnya tidak bisa dilaksanakan sebelum kartu biru (NRIC) diperoleh. Jadi ya memang harus sabar menunggu.

#4 EP bergantung pada sponsor, sedangkan PR bisa berpindah pekerjaan dengan mudah

Seperti yang kita ketahui, bahwa permohonan EP harus dilakukan oleh sponsor (perusahaan tempat calon EP holder bekerja). Permohonan itu diajukan ke MOM untuk mendapatkan in-principle-approval (IPA) dan dilengkapi untuk mendapatkan EP.

Bagi pemegang EP, perpindahan dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain berarti perulangan proses applikasi EP – IPA dan perolehan EP.  Perolehan EP baru hanya dapat terjadi jika EP lama sudah dibatalkan oleh sponsor EP lama tersebut. Artinya, nasib pemegang EP akan bergantung pada 3 hal, yaitu perusahaan baru sebagai tempat mencari nafkah yang baru, MOM sebagai pemberi ijin kerja dan perusahaan lama sebagai pembatal EP lama.

Berbeda dengan pemegang PR. Perpindahan dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain tidak memerlukan proses perijinan. Nasib PR, hanya bergantung pada 1 hal, yaitu perusahaan baru yang mau menerimanya.

#5 EP tidak perlu membayar CPF seperti PR

Seorang PR wajib menyimpan sebagian dari penghasilannya di badang pemerintah yang dikenal sebagai CPF. CPF ini digunakan sebagai tabungan hari tua dan asuransi kesehatan nasional. Besarnya prosentasi yang dipotong untuk CPF mulai dari 4.5% pada tahun pertama, 9% pada tahun kedua, dan sekitar 35% pada tahun ketiga dan seterusnya. Hanya untuk penghasilan sampai dengan SGD 4.500,00 yang akan dihitung untuk prosentasi pemotongan CPF tersebut.

Coba bayangkan, jika Anda berpenghasilan kurang dari SGD 4.500,00 – dan Anda adalah PR di tahun ke-3. Maka uang bulanan yang bisa Anda bawa pulang hanya 65% dari penghasilan Anda di bulan itu. Cukup menyesakkan bukan?

Hal seperti itu tidak dialami oleh EP holder. EP holder dapat menikmati seluruh penghasilannya. 
Baik EP maupun PR akan membayar jumlah pajak penghasilan yang sama, asalkan si EP holder sudah tinggal lebih dari kira-kira 6 bulan (180 hari).

#6 EP membayar lebih untuk layanan-layanan pemerintah

Pemerintah Singapore memberikan layanan-layanan publik yang cukup lengkap dan bagus. (jika dibandingkan dengan pemerintah Indonesia) Contohnya adalah layanan kesehatan melalui jaringan kesehatan nasional (National Health Care), layanan perpustakaan nasional dsb. Di perpustakaan nasional, kita bisa meminjam buku, CD ataupun film. Koleksi yang dimilikinya pun cukup lengkap, rapi dan terjaga dengan baik.

Untuk layanan-layanan tersebut, pemerintah Singapore menetapkan tarif yang berbeda antara pemegang EP dan PR. Misal tarif layanan konsultasi dokter adalah sekitar SGD 14.00 untuk PR dan sekitar SGD 24.00 untuk EP.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *